Berita

Home / Berita

18 Desember 2014

“Bagi kami…audiens bukan sebagai target untuk melihat kami atau tidak, mereka adalah bagian dari apa yang kita rasakan, kita meletakkan bukan sebagai tontonan, Cak Nun sendiri bukan tontonan, semuanya sama, tidak ada yang ditonton dan dipertontonkan. Kami hanya mengiringi, bintangnya yah penonton sendiri…tugas vokalis hanya menjembatani, ini adalah media komunikasi, bukan media tontonan. Target kami bukan hanya sekedar tontonan dan kegembiraan, tapi ada kegembiraan, kekhusyukan, dan mejelis ilmu di sana. Jadi musik bagi kami hanya sebagai sarana untuk menghantarkan”. Begitulah Kiaikanjeng memahami (pertunjukkan) music tidak sekedar tontonan, namun sebagai sarana untuk bersama-sama mencari ridha Allah dan Rasululah dalam menciptakan kemesaraan dan cinta sesama manusia melalui pemaknaan dalam kesenian (musik) (diambil dari sampul belakang buku “Gamelan Langit” karya Erik Setiawan) Erik Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., lahir di Bandung, 4 September 1982. Kini menjadi Doses tetap di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Pada tahun 2011 menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi di Program Studi Komunikasi Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung. Meraih gelar sarjana pada tahun 2005 di Fakultas Ilmu Komunikasi, bidangkajian Public Relations, Universitas Islam Bandung. Penulis pernah nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor, selama 6 tahun. Pernah bekerja di PT. Media Nusantara Citra (MNC), Jakarta. Kemudian kembali ke Bandung untuk merintis Yayasan Baitul Hidayah Nurul Khalisah yang bergerak di bidang pendidikan dan social. Selain menjadi dosen, penulis adalah pengurus di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Panyandaan, Bandung. Buku ini adalah karya pertama penulis, dan berharap semoga bisa menghasilkan karya-karya selanjutnya.