Berita

Home / Berita

24 Februari

Judul buku : Media Anak Indonesia: representasi idola anak dalam majalah anak-anak Penulis : Dede Lilis Ch., S.Sos. Kota terbit: Jakarta Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tahun : 2014 ISBN : 978-979-461-900-1 Jumlah halaman : xviii, 200 hlm. Anak adalah harapan. Di tangannya kita letakkan masa depan sebuah bangsa. Karenanya anak dan pendidikan anak hendaklah menjadi perhatian kita. Buku di tangan Anda ini merupakan sorotan atas gambaran ideal anak-anak dan dunia anak di media anak Indonesia. Sebagai buku yang lahir dari penelitian yang hati-hati mengenai fenomena anak, buku ini berupaya melukiskan idealisasi anak dalam majalah anak-anak yang terkemuka di tanah air, Bobo. Buku ini memberikan gambaran bagaimana media anak menjadi sarana sosialisasi nilai dan pandangan dunia anak di tengah berbagai... [Read more]

18 Desember

Judul buku : Hukum lingkungan: paradigm dan sketsa tematis (edisi revisi) Penulis : Prof. Dr. Mella Ismelina, FR. SH., M.Hum. Kota terbit : Jakarta Penerbit : Raja Grafindo Persada Tahun : 2014 ISBN : 978-979-769-636-8 Jumlah halaman : viii, 224 hlm. Isi buku ini terbagi dalam tiga pembahasan, bagian pertama pembahasan permasalahan lingkungan hidup secara umum, berkisar pada tema penegakan hukum dan lingkungan hidup, berbagai pertanyaan akan kelestarian fungsi lingkungan di era otonomi daerah, perlindungan hak atas lingkungan hidup dalam konteks HAM, dan berbagai persyaratan penataan. Bagian kedua pembahasan difokuskan pada lingkunganlaut dan masyarakat pesisir, dimulai dari kebijakan pemerintah dalam sektor pembangunan di bidang kelautan, pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan menuju Sustainable Development, sikap masyarakat... [Read more]

18 Desember

“Bagi kami…audiens bukan sebagai target untuk melihat kami atau tidak, mereka adalah bagian dari apa yang kita rasakan, kita meletakkan bukan sebagai tontonan, Cak Nun sendiri bukan tontonan, semuanya sama, tidak ada yang ditonton dan dipertontonkan. Kami hanya mengiringi, bintangnya yah penonton sendiri…tugas vokalis hanya menjembatani, ini adalah media komunikasi, bukan media tontonan. Target kami bukan hanya sekedar tontonan dan kegembiraan, tapi ada kegembiraan, kekhusyukan, dan mejelis ilmu di sana. Jadi musik bagi kami hanya sebagai sarana untuk menghantarkan”. Begitulah Kiaikanjeng memahami (pertunjukkan) music tidak sekedar tontonan, namun sebagai sarana untuk bersama-sama mencari ridha Allah dan Rasululah dalam menciptakan kemesaraan dan cinta sesama manusia melalui pemaknaan dalam kesenian (musik) (diambil dari sampul... [Read more]